Oleh: zendrohareflen | Januari 16, 2012

SEHATKAH  MAKANANKU???

Kompetensi Dasar

1.3. Mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan maknan dan kesehatan

1. Indikator

Siswa dapat:

  • Membuat daftar nama-nama zat yang terdaoat di dalam bahan makanan kemasan yang diperjualbelikan berdasarkan informasi pada kemasan;
  • Menggolongkan zat-zat yang diperlukan untuk kesehatan;
  • Memilih makanan sehat sesuai dengan informasi yang diperoleh.

2. Saran Penerapan dalam Pembekajaran

Kegiatan ini dapat digunakan sebagai kegiatan inti pada pembelajaran siswa tentang “Makanan dengan Tambahan Bahan Buatan(pewarna, pengawet,penyedap dan Makanan Tercemar dapat Mempengaruhi Kesehatan”.

 1.    Alat dan Bahan

Berbagai macam makanan kemasan yang diperjualbelikan disekitar rumah/sekolah.

 2.    Prosedur/Langkah Kerja

Tuliskan nama-nama bahan makanan pada tabel berikut berdasarkan petunjuk atau langkah-langkah!

Tabel Uji Bahan dalam Kemasan

Nama bahan makanan kemasan yang diamati(kemasan)

A

B

C

D

E

F

G

Zat Lain

Richese ahh

 

  1. 1.    Pewarna

*Kuning FCF Cl 1598

*Tartrazin Cl 19140 (Meningkatkan kemungkinan hyperaktif pada masa kanak-kanak.)

à Kuning FCF Cl 1598 dan Tartrazin Cl 19140, Bahan ini biasanya digunakan sebagai bahan pengkilap perabotan dari kayu.  Bahan ini disebut juga lak (shellack) dan digunakan di dalam produksi kembang gula untuk memberikan kesan kilauan yang manis.

*Kuning kurkumin cl 75300 (aman digunakan)

Pilus Dua kelinci

  1. 1.    Pewarna

* Tartrazin Cl 19140 (Meningkatkan kemungkinan hyperaktif pada masa kanak-kanak.)

à Tartrazin Cl 19140, Bahan ini biasanya digunakan sebagai bahan pengkilap perabotan dari kayu.  Bahan ini disebut juga lak (shellack) dan digunakan di dalam produksi kembang gula untuk memberikan kesan kilauan yang manis.

* Ponceau 4R Cl 16255( dapat menyebabkan Anemia dan kepekatan pada hemoglobin.)

 

2. Penguat rasa

* Mononatarium glutamat

 

3. Pemanis buatan

* Aspartam 5.27 mg/saji

(Aspartam dapat menyebabkan Gangguan saraf dan tumor otak)

 

Tic-tac

1. Penguat rasa

* Mononatarium glutamat, ekstrak daging sapi. (Mononatorium glutamat dapat menyebabkan Kelainan hati, trauma, Hipertensi, Stress, Demam tinggi, Mempercepat proses penuaan, Alergi kulit, Mual, Muntah, Migren, Asma, Ketidakmampuan belajar, Depresi.)

2.Pemanis buatan

* Aspartam 2.76  mg/saji, fenilketonuria

(Aspartam dapat menyebabkan Gangguan saraf dan tumor otak)

Better

  1. 1.    Pengembang

Amonium bikarbonat, natrium bikarbonat

 

  1. 2.    Pengelmusi

* Lisitin kedelai, perisa coklat.

 

  1. 3.    Pewarna

* Coklat HT Cl 20285

Biskuat

  1. 1.    Pewarna

* Tartrazin Cl 19140 (Meningkatkan kemungkinan hyperaktif pada masa kanak-kanak)

* Sunset yellow Cl 15985 (Menyebabkan kerusakan kromosom)

 

à Tartrazin Cl 19140 dan Sunset yellow Cl 15985, Bahan ini biasanya digunakan sebagai bahan pengkilap perabotan dari kayu.  Bahan ini disebut juga lak (shellack) dan digunakan di dalam produksi kembang gula untuk memberikan kesan kilauan yang manis.

* Caramel

* Vanilli

Keterangan:

A:Karbohidrat(kentang,jagung, Gandum)

B:Lemak

C:Protein

D:Mineral(Besi, Kalsium, Garam,dll)

E: Vitamin

F:Air

G:Zat Pewarna

Zat Lain: zat yang tertulis pada kemasan

  1. Bacalah kandungan bahan makanan melalui informasi yang tertulis pada kemasan, dan catatlah  di dalam tabel. Berilah tanda cek (V) pada kolom yang sesuai.
  2. Perhatikan cara menggolongkan bahan-bahan makanan bila perlu lihatlah buku sumber untuk mengisi tabel.
  3. Jika ditemukan bahan yang sulit dikelompokkan dalam kolom A s.d G,tulislah nama bahan tersebut pada kolom “zat lain”
  4. Amati pula zat lain yang dapat diamati dan dirasakan, namun tidak tertulis pada bahan makanan kemasan. Tuliskan hasil pengamatan tersebut di dalam kolom zat lain.

 5.    Pertanyaan

  1. Zat apakah yang selalu ada di dalam bahan makanan kemasan?
  2. Bahan makanan apakah yang banyak mengandung zat tambahan (aditif)?
  3. Zat aditif apakah yang terdapat di dalam bahan makanan kemasan?
  4. Jika kamu bandingkan apa yang tertulis pada kemasan dengan isinya, sesuaikanlah nama zat yang tertulis pada kemasan dengan isinya?
  5. Jika dalam makanan terdapat zat aditif, mengapa zat itu ditambahkan ke dalam bahan makanan?
  6. Berdasarkan informasi yang telah diperoleh, mengapa zat aditif ditambahkan ke dalam bahan makanan?
  7. Zat aditif buatan umumnya tidak baik bagi tubuh. Dapatkah kamu memilih bahan makanan yang sehat?
  8. Adakah zat aditif yang tidak menganggu kesehatan? Sebutkan!

Jawaban :

  1. zat pengawet makanan
  2. Snack ringan, makanan instan, minuman botol.
  3. Pewarna, pemanis buatan, penguat rasa, pengembang, pengemulsi.
  4. Karna dapat memperpanjang masa simpan produk tersebut untuk memperoleh mutu sensoris (cita rasa, warna dan tekstur)
  5. Karna  zat aditif dapat memperpanjang masa simpan produk tersebut untuk memperoleh mutu sensoris (cita rasa, warna dan tekstur)
  6. Dapat, dengan cara melihat terlebih dahulu komposisi makanan kemasan yang akan di belih, melihat warna makanan tersebut dan hindari makanan-makanan instant,
  7. tidak.

 

 6.    Kesimpulan

Karbohidrat, lemak, protein, mineral/garam, dan vitamin adalah zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh, sedangkan zat lainnya adalah zat tambahan(aditif). Zat aditif kerapkali ditambahkan ke dalam bahan makanan untuk berbagai keperluan, misalnya untuk memberi warna, aroma, rasa, memperbaiki tekstur, dan sebagai bahan pengawet.

Zat aditif buatan maupun alami dapat merugikan kesehatan, dan ada yang merugikan kesehatan bila dikonsumsi terlalu banyak. Misalnya, seseorang memakan garam secara berlebihan sekaligus, maka ia akan terganggu kesehatannya.Pada dasarnya zat pewarna dan aroma tidak diperlukan, tetapi ternyata kedua zat tersebut mempengaruhi minat seseorang untuk mengkonsumsi tersebut.

Zat pengawet diperlukan untuk memperlambat proses pembusukan makanan, walaupun kadangkala berbahaya untuk kesehatan. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan zat pengawet harus sesuai dengan aturan yang didasarkan pada hasil penelitian.

 7.    Lampiran Materi

 Zat aditif pada makanan

Pengertian Zat Aditif

      Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan selama proses produksi, pengemasan atau penyimpanan untuk maksud tertentu. Penambahan zat aditif dalam makanan berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan.
Pada awalnya zat-zat aditif tersebut berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan yang selanjutnya disebut zat aditif alami. Umumnya zat aditif alami tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan manusia. Akan tetapi, jumlah penduduk bumi yang makin bertambah menuntut jumlah makanan yang lebih besar sehingga zat aditif alami tidak mencukupi lagi. Oleh karena itu, industri makanan memproduksi makanan yang memakai zat aditif buatan (sintesis). Bahan baku pembuatannya adalah dari zat-zat kimia yang kemudian direaksikan. Zat aditif sintesis yang berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping misalnya: gatal-gatal, dan kanker.

Macam-macam Zat Aditif

Zat Pewarna
       Adalah bahan yang dapat memberi warna pada makanan, sehingga makanan tersebut lebih menarik.
Contoh pewarna alami: Contoh pewarna sintetik:
Anato (orange) a. Biru berlian (biru)
Karamel (cokelat hitam) b. Coklat HT (coklat)
Beta karoten (kuning) c. Eritrosit (merah)
Klorofil (hijau) d. Hijau FCF (hijau)

Penyedap rasa dan aroma serta penguat rasa
     Zat aditif ini dapat memberikan, menambah, mempertegas rasa dan aroma makanan.
Penyedap rasa dan aroma (flavour)
Penyedap rasa dan aroma yang banyak digunakan berasal dari golongan ester.
Contoh: Isoamil asetat (rasa pisang), isoamil valerat (rasa apel), butil butirat (rasa nanas), isobutil propionat (rasa rum)
Penguat rasa (flavour echancer)
Bahan penguat rasa atau penyedap makanan yang paling banyak digunakan adalah MSG (Monosodium Glutamate) yang sehari-hari dikenak dengan nama vetsin.

Zat pemanis buatan
          Bahan ini tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi, contohnya sakarin (kemanisannya 500x gula), dulsin (kemanisannya 250x gula), dan natrium siklamat (kemanisannya 50x gula) dan serbitol.

Pengawet

      Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme.
Contoh bahan pengawet dan penggunaannya:
Asam benzoat, natrium benzoat dan kalium benzoat, untuk minuman ringan, kecap, acar ketimun dalam botol dan caos.
Natrium nitrat (NaNo3), untuk daging olahan dan keju.
Natrium nitrit (Na No2), untuk daging olahan, daging awetan dan kornet kalangan.
Asam propionate, untuk roti dan sediaan keju olahan.

Anti oksidan
          Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat oksidasi.
Contoh:
Asam askorbat (bentukan garam kalium, natrium, dan kalium), digunakan pada daging olahan, kaldu, dan buah kalangan.
Butil hidroksianisol (BHA), digunakan untuk lemak dan minyak makanan
Butil hidroksitoluen (BHT), digunakan untuk lemak, minyak makan, margarin dan mentega.
Pengemulsi, pemantap, dan pengental
Zat aditif ini dapat membantu pembentukan atau pemantapan sistem dispersi yang homogen pada makanan.
Contoh: agar-agar, gelatin, dan gom arab

Pemutih dan pematang tepung
       Zat aditif ini dapat mempercepat proses pemutihan atau pematangan tepung sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan.
Contoh: Asam askorbat, aseton peroksida, dan kalium bromat

Pengatur keasaman
      Zat aditif ini dapat mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan. Contoh: asam asetat, aluminium amonium sulfat, amonium bikarbonat, asam klorida, asam laktat, asam sitrat, asam tentrat, dan natrium bikarbonat

Anti kempal
       Zat aditif ini dapat mencegah pengempalan makanan yang berupa serbuk. Contoh: aluminium silikat (susu bubuk), dan kalsium aluminium silikat (garam meja)
Pengeras
Zat aditif ini dapat memperkeras atau mencegah melunaknya makanan. Contoh: aluminium amonium sulfat (pada acar ketimun botol), dan kalium glukonat (pada buah kalangan)

Sekuestran
       Adalah bahan yang mengikat ion logam yang ada dalam makanan. Contoh: asam fosfat (pada lemak dan minyak makan), kalium sitrat (dalam es krim), kalsium dinatrium EDTA dan dinatrium EDTA

Penambah gizi
     Zat aditif yang ditambahkan adalah asam amino, mineral, atau vitamin untuk memperbaiki gizi makanan.
Contohnya: Asam askorbat, feri fosfat, vitamin A, dan vitamin D.

8. Pustaka

Zat-zat aditif.blogspot.com/2009/02/zataditif.html

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: