Oleh: zendrohareflen | Januari 13, 2012

AMANKAH MAKANAN KU


Laporan Pratikum

“Amankah Makananku


Disusun OLEH:

Onnie Muldianto              (A1G010002)

Sulistia Ningsi           (A1G010007)

Hukmah sulistia               (A1G010009)

Ita Widia Ningsih              (A1G010016)

Benni Sastri Yani              (A1G010023)

Dita Ayusta Ningsih          (A1G009034)

Zendro Hareflen               (A1G010044)

Dosen Pembimbing :

  • Dra Dalifah, M.pd.
  • Dr. Hj. Endang Widi Winarni, M.Pd


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

2011

Amankan Makananku

Tujuan Kegiatan

  • Mengidentifiikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan

Alat dan Bahan

  • Berbagai macam bahan makanan yang diduga mengandung boraks (seperti mie keriting, mie putih, bakso, kerupuk puli, dll)
  • Saripati kunyit
  • Boraks
  • Pisau
  • Air
  • Piring
  • Pipet tetes

Prosedur/Langkah Kerja

  • Buatlah larutan boraks dengan cara memasukan sedikit boraks ke dalam satu sendok the air.
  • Campurkan lima tetes larutan kunyit dengan lima tetes larutan boraks. Aduk kedua larutan itu hingga rata dan berwarna merah kecoklatan. Larutan berwarna merah kecoklatan itu dapat dijadikan indikator  adanya kandungan boraks dalam bahan makanan
  • Tumbuklah contoh makanan yang akan diuji hingga halus, dan letakan di atas piring. Usahakan masing-masing bahan makanan tidak saling bercampur satu sama lain.
  • Dengan menggunakan pipet. Teteskan air kunyit ke atas contoh bahan makanan yang telah dihaluskan tadi. Amati dan catat perubahan yang terjadi

Catatan            :

Bahan makanan yang berubah warna menjadi merah menjadi merah kecoklatan setelah ditetesi air kunyit diduga mengandung boraks

Tabel hasil pengamatan

No

Jenis Bahan

Kandungan borak

+

1 Tahu Putih
2 Tahu Kuning ü
3 Tahu Goreng ü
4 Bakso 1 ü
5 Bakso 2 ü
6 Siomay ü
7 Risoles ü
8 Roti Goreng ü
9 Kelanting ü
10 Kerupuk keriting ü
11 Bihun ü
12 Mie Tiga Ayam ü

Penjelasan

Boraks adalah suatu senyawa kimia yang dapat menyebabkan rasa gurih dan menimbulkan sifat kenyal pada daging. Boraks sering digunakan untuk meningkatkan rasa gurih, kenyal, serta pengawet bahan makanan tertentu seperti bakso, mie, dan kerupuk. Dipasar-pasar tradisional noraks dikenal dengan nama bleng.

Boraks bukanlah bahan makanan. Melainkan bahan pengawet kulit. Penggunaan boraks yang terus menerus dalam makanan dapat menyebabkan keracunan, bahkan pemakaian yang berlebihan pada makanan dapat menyebabkan kematian. Tanda-tanda keracunan boraks antara lain mual, kepala pusing, kadang-kadang demam, dan timbul bintik merah warna pada kulit.

Air kunyit banyak mengandung kurkumin (bahan kimia utama pemberi warna kuning pada kunyit). Kurkumin merupakan indikator untuk menentukan adanya kandungan boraks di dalam makanan. Pada kondisi asam. Kurkumin akan berwarna kuning, dan dalam keadaan basa akan berwarna kecoklatan sehingga air kunyit dapat dijadikan indikator adanya asam basa. Boraks berada dalam bentuk senyawa yang bersifat basa, sehingga bila bercampur dengan kurkumin akan menimbulkan senyawa baru yang disebut boro-kurkumin. Senyawa ini berwarna merah kecoklatan.

Pengawetan, peningkatan rasa, dan aroma disarankan menggunakan bahan dan cara-cara alami. Pengawetan bahan makanan dapat dilakukan dengan pengeringan, pemanasan, pengeraman, penambahan gula dan sebagainya. Setiap cara pengawetan makanan ada keuntungan dan kerugian.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: